Biaya Kuliah dan Hidup di Singapura



Dibawah ini biaya.co menyampaikan tentang Biaya Kuliah dan Hidup di Singapura sebagai berikut:

Dibawah ini biaya.info menyampaikan tentang Biaya Kuliah dan Hidup di Singapura sebagai berikut:

Singapura merupakan salah satu negara maju di kawasan Asia Tenggara. Karena itu, tidak mengherankan jika biaya hidup di negara kota tersebut relatif mahal, terutama bagi mereka yang melanjutkan kuliah di sana. Meski demikian, pamor Singapura sebagai salah satu negara favorit untuk menuntut ilmu tidak lantas padam, malah semakin banyak masyarakat luar negeri yang berniat menimba ilmu di sini.

Pengalaman putra Presiden Joko Widodo, Kaesang Pangarep, mengenai mahalnya biaya hidup di Singapura bisa dijadikan contoh menarik. Diketahui, setelah lulus dari bangku SMA di ACS Internasional, Kaesang melanjutkan studi sebagai mahasiswa di Singapore Institute of Management University di negara tetangga.

Dalam sebuah video yang di-upload seorang YotuTuber, Kaesang membeberkan besaran biaya hidup yang harus ia keluarkan saat menuntut ilmu di Negeri Singa tersebut. Pemuda berusia 22 tahun ini mengaku bahwa biaya hidup di Singapura bisa beragam, tergantung dari gaya hidup yang dimiliki masing-masing orang. Meski demikian, saat baru pindah ke Singapura, Kaesang mengaku dirinya harus ekstra berhemat.

Jika dalam kondisi ‘normal’, Kaesang mengatakan bahwa biaya membeli makanan di Singapura sekitar 5 dolar Singapura atau setara Rp50 ribu (kurs 1 SGD = Rp10.000). Sementara, untuk minum, masyarakat di sana bisa menikmati air minum gratis yang bisa diambil dari keran. Rata-rata, untuk satu hari, Kaesang mengaku bisa menghabiskan 13 dolar Singapura hanya untuk makan, sedangkan ongkos transportasi berkisar 5 dolar Singapura untuk perjalanan pulang-pergi.

Sementara, untuk tempat tinggal, dirinya memilih tinggal bersama temannya. Biaya mess yang harus dibayarkan sekitar 800 dolar Singapura sampai 1.000 dolar Singapura, atau setara Rp8 juta sampai Rp10 juta per bulan. Menurut Kaesang kala itu, di Singapura, yang mahal itu biaya makan, sedangkan ongkos transportasi masih rata-rata.

Beberapa masyarakat Indonesia yang merantau ke Singapura juga sempat membagikan pengalaman mereka selama tinggal di negara tersebut. Menurut mereka, meski gaji pekerja di Singapura lebih tinggi dibandingkan di Indonesia, tetapi pengeluaran di sana juga jauh lebih besar. Kamar kos misalnya, jika di Jakarta bisa mendapatkan kamar kos plus kamar mandi pribadi seharga Rp2 jutaan per bulan, maka kamar kos dengan kategori sama di Singapura dipatok Rp10 jutaan per bulan.

Di samping itu, harga makanan di negara ini memang relatif mahal, terutama harga daging. Bagi masyarakat non-Muslim, mungkin tidak bakal menemui kesulitan makan karena harga daging babi (untuk yang mengonsumsinya) relatif murah. Namun, bagi masyarakat Muslim, harga daging sapi dan ikan di Singapura jauh lebih mahal, salah satunya karena kedua daging ini masih harus diimpor, selain pajaknya yang besar.

Biaya Hidup di Singapura

Komponen Kisaran Biaya
Tempat Tinggal HBD Flat : SGD 2.200 – 3.000 per bulan
Paying Guest : SGD 500 – 1.800 per bulan
Asrama Kampus : All-in dengan biaya kuliah
Makan SGD 200 – 300 per bulan
Kantin : SGD 3 – 5 sekali makan
Transportasi MRT : SGD 1,5 sekali jalan
Telekomunikasi SGD 30 – 50 per bulan
Biaya Lain-Lain (Listrik, Air, Gas) SGD 200 – 300 per bulan
Biaya Hiburan SGD 8,5 – 14

Biaya di atas merupakan perkiraan kasar dan mungkin dapat berbeda, tergantung gaya hidup masing-masing individu. Jika dibandingkan tahun sebelumnya, biaya hidup di Singapura saat ini memang cenderung mengalami kenaikan. Biaya untuk akomodasi misalnya, tahun lalu bisa ditebus dengan harga mulai 200 dolar Singapura, sekarang minimal 500 dolar Singapura per bulan.

Biaya Kuliah di Singapura

Untuk kuliah, biaya kuliah di Singapura meski relatif mahal jika dibandingkan negara di kawasan Asia Tenggara lainnya, tetapi masih lebih murah daripada biaya kuliah di Eropa atau AS. Untuk menempuh program Sarjana, rata-rata biaya kuliah yang harus dikeluarkan sekitar 13.730 dolar Singapura sampai 40.010 dolar Singapura per tahun, tergantung jurusan yang diambil mahasiswa.  Sebagai contoh, berikut biaya kuliah program Sarjana di National University of Singapore.

Biaya National University of Singapore

Jurusan Kuliah Biaya Sebelumnya Biaya Sekarang
Seni dan Ilmu Sosial SGD 15.300 SGD 17.550
Ilmu Bisnis SGD 17.900 SGD 20.550
Teknik SGD 15.300 SGD 17.550
Hukum SGD 21.600 SGD 27.050
Medis (kecuali Keperawatan) SGD 46.100 SGD 63.750
Keperawatan SGD 19.150
Design & Environment (Building, Real Estate) SGD 17.550
Design & Environment (Industrial Design) SGD 17.550

Selain itu, untuk tingkat manapun, seluruh mahasiswa diwajibkan mengajukan aplikasi izin mahasiswa kepada Immigration and Checkpoints Authority (ICA) dalam waktu dua minggu setelah menerima pemberitahuan penerimaan masuk universitas, dengan biaya 90 dolar Singapura. Nah, mengingat biaya kuliah yang cukup mahal, mahasiswa internasional yang tidak memperoleh beasiswa dapat mengajukan aplikasi dana subsidi dari pemerintah. Syaratnya, mahasiswa tersebut wajib bekerja di perusahaan yang berlokasi di Singapura selama kurun waktu masa kuliah.

Anda berkesempatan memperoleh kesempatan beasiswa dalam beberapa program keringanan biaya pendidikan di National University of Singapore. Mulai dari Singapore MOE Tuition Grant Subsidy yakni keringanan yang didapatkan sebesar 20.000 dolar Singapura per tahun. Program beasiswa kedua adalah ASEAN Undergraduate Scholarship (AUS) dengan biaya subsidi mencapai 5.800 dolar Singapura per tahun. Sementara, beasiswa ketiga yakni Science & Technology (S&T) Undergraduate Scholarship dengan subsidi berupa seluruh biaya pendidikan dan layanan, subsidi biaya hidup 6.000 dolar Singapura per tahun, tempat tinggal di asrama kampus, tiket pesawat dari dan ke negara asal pada saat akan melakukan studi dan setelah selesai.

Demikianlah artikel mengenai Biaya Kuliah dan Hidup di Singapura Semoga Bermanfaat Bagi Anda.

Demikianlah informasi mengenai Biaya Kuliah dan Hidup di Singapura Semoga Bermanfaat Bagi Anda.