Biaya Pasang IUD (KB Spiral) Terupdate



Dibawah ini biaya.co menyampaikan tentang Biaya Pasang IUD (KB Spiral) Terupdate sebagai berikut:

Bersama ini kami sampaikan informasi Biaya Pasang IUD (KB Spiral) di Dokter Kandungan, sebagai berikut:

Biaya Pasang IUD

Kategori IUD Biaya (Rp)
IUD Copper T di bidan 275.000
IUD untuk 5 tahun 500.000
IUD untuk 10 tahun 800.000
IUD Nova T di dokter spesialis kandungan 900.000

Biaya pasang IUD saat ini terpantau tidak mengalami perubahan dibandingkan sebelumnya. Biaya pemasangan IUD dibedakan berdasarkan periode pemasangan. Kelebihan dari alat kontrasepsi tersebut adalah mudah dipasang dan dapat dilepas kapan saja sesuai kebutuhan. Waktu pemasangannya pun tidak sampai 5 menit.

Bongkar IUD pun dikenai biaya yang juga cukup mahal, sekitar Rp865 ribu. Harga tersebut terbilang naik dari tarif sebelumnya yang ditaksir mulai Rp300 ribu – Rp700 ribu. Namun jika di Puskesmas biaya pemasangan KB spiral ini kabarnya cukup murah, hanya sekitar Rp50 ribuan saja. Bahkan ada juga yang gratis.

Namun, setelah disahkannya peraturan baru yaitu Peraturan presiden No. 19 Tahun 2016 yang sudah dilaksanakan sejak 1 April 2016 pelayanan KB atau pemasangan kontrasepsi KB untuk peserta BPJS kini gratis dan peserta tidak perlu lagi membayar perlengkapan alat kontrasepsi. Beberapa jenis layanan KB yang bisa ditanggung BPJS antara lain:

  • Tubektomi dan vasektomi. Tindakan tubektomi adalah pemotongan saluran indung telur pada wanita sehingga sel telur tidak bisa sampai ke rahim. Sedangkan vasektomi adalah pemotongan saluran sperma pada alat reproduksi pria.
  • Pemasangan alat kontrasepsi dan konsultasi. Beberapa pemasangan alat kontrasepsi yang sudah ditanggung oleh BPJS seperti misalnya pemasangan alat kontrasepsi IUD Nova T atau copper T.

IUD Nova T adalah alat kontrasepsi yang dianggap paling bagus karena tidak akan mengganggu hormon, biasanya dipasang pada organ wanita pada saat setelah melahirkan baik lahiran dengan operasi caesar maupun normal, tujuannya adalah untuk menunda kehamilan. Jika Anda selesai melahirkan dengan operasi cesar di rumah sakit sebaiknya konsultasi dengan dokter kandungan mengenai pemasangan alat kontrasepsi ini.

  • Pemasangan dan pelepasan spiral. Alat KB berikutnya adalah pemasangan spiral, saat ini BPJS sudah bekerjasama dengan BKKBN, pemasangan alat kontrasepsi spiral sudah bisa ditanggung oleh BPJS, begitu juga untuk pelepasan spiral sudah bisa ditanggung oleh BPJS.
  • Suntik KB. Salah satu jenis layanan KB lainnya adalah KB suntik, untuk KB suntik yang dapat ditanggung BPJS adalah KB suntik 3 bulan sekali, sedangkan yang 1 bulan sekali tidak dapat ditanggung bpjs jadi harus biaya sendiri.

Dengan adanya BPJS, kini pasutri yang ingin menunda kelahiran terutama pasca istrinya melahirkan, dapat langsung pasang KB dan biayanya gratis. Pemasangan KB ini bisa di rumah sakit atau di puskesmas. Untuk biaya, ditanggung oleh BPJS.

Jika dilakukan di rumah sakit dan waktunya tidak bersamaan dengan perawatan pasca melahirkan harus dimulai dari faskes tingkat 1 untuk mendapatkan rujukan ke dokter kandungan rumah sakit. Selama sesuai dengan prosedur, maka biaya KB saat ini sudah bisa ditanggung oleh BPJS.

Akan tetapi, KB spiral biasanya memiliki efek samping. Salah satu yang dialami banyak penggunanya adalah adanya flek sebelum jadwal haid bulanan dan rasa kram di perut. Namun, rasa kram tersebut lama kelamaan akan menghilang. Selain itu, kaum wanita yang menggunakannya juga merasakan perubahan pada darah haid, ada yang menjadi lebih sedikit, ada pula yang menjadi lebih banyak.

IUD dinilai tidak mengganggu hubungan suami istri. Hal ini dikarenakan, alat ini dipasang di dalam rahim, bukan di vagina. Memang ada kemungkinan benang halusnya terlalu panjang sehingga mengganggu. Bila hal ini terjadi, dokter bisa menyesuaikan dengan memotong sedikit kabel IUD

Demikian informasi yang dapat kami berikan, semoga bermanfaat.

Demikianlah informasi mengenai Biaya Pasang IUD (KB Spiral) Terupdate Semoga Bermanfaat Bagi Anda.