Bersama ini kami sampaikan informasi Tentang Langkah-langkah Mengurus Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah 2024 Sebagai berikut:
Balik nama sertifikat tanah penting dilakukan saat baru membeli rumah atau sebidang tanah dari orang lain. Proses ini bertujuan untuk menghindari risiko dan permasalahan hukum yang tidak diinginkan, seperti sengketa tanah di masa mendatang. Pasalnya, sertifikat yang diterbitkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) merupakan surat tanda bukti hak atas tanah dan bangunan. Lalu, bagaimana syarat dan biaya balik nama sertifikat tanah karena jual beli yang berlaku pada 2024?
Syarat balik nama sertifikat tanah karena jual beli 2024 Mahkamah Konstitusi (MK) dalam Putusan Nomor 12/PUU-XIX/2021 menyatakan, bukti kepemilikan yang sah atas tanah adalah sertifikat hak atas tanah. Sebab, melalui pendaftaran tanah akan dapat diketahui siapa pemegang hak atas tanah, kapan diperalihkan, dan siapa pemegang hak yang baru, termasuk juga jika tanah tersebut dibebani hak tanggungan.
Sementara itu, kuitansi jual beli bukan dasar kepemilikan hak atas tanah karena dapat mengaburkan esensi kepastian hukum kepemilikan hak atas tanah. Hal tersebut juga pada akhirnya justru dapat membawa kerugian, termasuk pada perbankan sebagai pihak yang memberikan pinjaman atau kredit jika tanah digunakan sebagai jaminan utang.
Dilansir dari laman Kementerian Agraria dan Tata Ruang (ATR)/BPN, pemohon balik nama sertifikat tanah harus menyiapkan dokumen yang mencakup:
Identitas diri Luas, letak, dan penggunaan tanah yang dimohon Pernyataan tanah tidak sengketa Pernyataan tanah/bangunan dikuasai secara fisik. Biaya balik nama sertifikat tanah jual beli 2024 Biaya balik nama sertifikat tanah warisan berbeda-beda, dihitung berdasarkan nilai tanah yang dikeluarkan oleh Kantor Pertanahan serta luas tanah.
Berikut rumus tarif balik nama sertifikat tanah hasil jual beli 2024: Nilai tanah (per meter persegi) x luas tanah (meter persegi) :1000 + biaya pendaftaran
Sebagai contoh, sebidang tanah yang baru dibeli memiliki luas 500 meter persegi di wilayah A. Nilai tanah per meter persegi di wilayah ini sebesar Rp 2,5 juta per meter persegi. Dengan demikian, biaya balik nama sertifikat tanah hasil jual beli tersebut sebesar: Rp 2.500.000 x 500 : 1000 = Rp 1.250.000.
Berdasarkan perhitungan tersebut, pemohon perlu mengeluarkan biaya balik nama sebesar Rp 1.250.000 ditambah biaya pendaftaran sebesar Rp 50.000, sehingga total menjadi Rp 1,3 juta. Pemohon juga dapat melakukan simulasi perhitungan tarif atau biaya balik nama sertifikat tanah jual beli secara mandiri melalui laman ini. Proses peralihan hak atas tanah karena jual beli di Kantor Pertanahan sendiri membutuhkan waktu penyelesaian sekitar lima hari kerja.
Demikian kami sampaikan informasi Langkah-langkah Mengurus Biaya Balik Nama Sertifikat Tanah 2024 semoga bermanfaat.